Hai pagi Hari ini masuk lagi, oiya tadi pagi udah bangun jam 5, buk lagi terus tiba2 udaah jam 7 haha Tadi beli batagor juga, badannya udah agak enakan cmn masih srot srot aja hidungnya.
Siang Makannya baru datang, hari ini makan nasi padang ikan ayam dan bumbu rendang. Ini udah kelar makan, kamu jgn lupa mkan ya?
Malam Oiya aku udah beli parfum yang kamu bilang enak itu,

1945 yang bambu runcing, di aku keciumnya bau jasmine sama marinenya, bukan bargamotnya malah haha Aku coba sniff, ini sih sama aja ngebunuh aku ya kamu? Baunya hampir mirip parfum kamu yang pernah aku sniff:) Tapi, its ok enak kok baru pertama kali juga aku punya parfum yang kayak gini, hihi
Oiya let me rant again ya?
Baru sadar…
Kayaknya aku nggak pernah dikasih unjuk ya?
The closest I got cuma chat anak teknik itu ya? Bahkan kayaknya Mama sama adek juga taunya kita cuma deket as friends, bukan sebagai pasangan.
Meanwhile, hampir semua orang yang deket sama aku tahu tentang kamu. Bahkan waktu aku update foto kamu di Instagram aja notifku rame banget gara-gara mereka pada nanya. Haha.
Meanwhile… apa kamu juga pernah cerita tentang aku ke orang-orang terdekatmu? Atau memang ini cuma beda cara perempuan dan laki-laki ngejalanin hubungan ya?
Idk.
Kenapa aku tiba-tiba nulis ini?
Tadi lagi scroll Twitter sambil ngerokok, terus muncul video ini di halaman For You.
Terus aku jadi mikir,
Apa aku juga ada di posisi masnya itu ya?
Kalau iya… kasihan juga ya, haha.
Oh iya, baru sadar juga.
Kadang di obrolan kita dulu juga kamu sering kebawa cerita tentang mantan.\
“Mantanku dulu gini…” “Mantanku pernah gitu…” “Mantanku ketemu temenku…”
Jujur aja, rasanya nggak enak loh.
Feels like I was being compared to someone who existed before me, padahal kita lagi jalanin hubungan yang berbeda kan?
Apa aku pernah marah atau mempermasalahin itu? Enggak, aku cuma selalu mikir, “yaudah. berarti aku harus bisa jadi lebih baik.” or “yaudah oke aku coba”, tapi kalau dipikir-pikir lagi sekarang, it hurts ya:’)
Oh iya…
The closest aku pernah “ditampilin” juga kayaknya cuma waktu kamu beli nomi ya? kalau nggak salah pun juga nggak ada namaku atau sesuatu yang nunjukin kalau itu dari aku.
Kadang aku jadi mikir, am i worthy enough? or this is just fine? terus mikir lagi kalau aja yang dibeli waktu itu misalnya sesuatu yang lebih “wah”, apa bakal ada caption kayak,
“Makasih ya xxx” , atau semacamnya ya?
Entahlah…
Unappreciated.
Mungkin itu kata yang paling deket buat ngejelasin apa yang aku rasain sekarang. Mungkin juga aku ada di fase griefing? Atau mungkin aku aja yang terlalu banyak mikir. Aku juga nggak tahu.
Sorry ya kalau akhir-akhir ini isi diary ini kebanyakan rant, kepalaku bener-bener lagi penuh. Rasanya udah mau pecah, jadi semuanya keluar di sini. I think i have my own problems and my own battle, dan kamu gak pernah tau itu kan ya? hehe
Aku minta maaf ya, aku enggak tau lagi aku mau nulis kesiapa.
Once again, Take care ya
Aku harap kamu sehat selalu, happy terus ya sayang? I love you, be