← Kembali ke Diary

10 Juli 2026

10 Juli 2026

Mood: 😞
☀️ ☀️
☕ Kopiiii, air putihh banyakkk
🎵 ``

Hi pagi Aku udah baca chatmu di wa dan okay i think that might be better for us atm. Glad to hear that u use those for something good for ur health and im happy and proud to hear that,be:) Udah habis semua kah? If u read this dan kamu belom beli heatpad elektriknya let me know ya? Let me buy it for u, thats on me, dont be shy ya be

Oiya hari ini sebenernya mau jalan kaki ke koni lagi tapi keliatannya besok aja deh sabtu minggu mau kujadiin jadwal tetap, jumat kalau lagi mood aja hehe oiya, sekantor juga udah pada tau aku udahan sama kamu, it hurts but i guess need to face reality Tapi orang rumah dan saudara2 belom pada tau, idk how to react on those one:)

Oiya aku mau rant lagi ya?

Oh, I got triggered by your repost. Jadi dari repost itu kesannya aku yang jahat banget ya. Oke, mungkin aku coba tulis dari sudut pandangku juga. First of all Aku gak pernah ngelarang kamu buat main sama siapa aja atau berteman sama siapa aja Yang aku minta cuma satu: kabarin, dan menurutku, kalau interaksinya memang sebatas teman main game, ya cukup sebatas itu, gak perlu sampai lanjut ke private message atau media sosial cuma buat ngobrol hal-hal di luar game. For what? Aku juga pernah jelasin kenapa aku berpikir begitu, especially man, gak semua orang melihat sebuah interaksi dengan cara yang sama seperti yang kamu lihat sayang, sesuatu yang menurutmu cuma obrolan biasa, bisa aja ditafsirkan berbeda oleh orang lain. Ada orang yang mulai berharap karena intensitas komunikasi itu.

Kedua, soal “membatasi pertemanan” Aku juga pernah jelasin ini, aku masih ingat dulu kamu pernah bilang, kalau ada orang yang bikin kamu gak nyaman atau gak suka, kamu berharap aku juga punya energi itu ke orang yang sama, dan menurutku itu wajar pasangan memang saling mendukungkan? Makanya aku juga berharap hal yang sama berlaku sebaliknya, kalau ada seseorang yang membuatku gak nyaman, aku berharap kamu juga mau melihat dari sudut pandangku. Bukan berarti harus langsung membenci orang itu, tapi setidaknya memahami kenapa aku merasa seperti itu. Jadi buatku, itu bukan soal mengontrol siapa yang boleh kamu ajak main atau ajak interaksi. Yang aku cari waktu itu cuma perasaan kalau kita satu tim. Malah dari repost itu aku jadi merasa seolah-olah selama ini kamu ngepotray aku sebagai orang yang ngebatesi semuanya.

Padahal, dari sudut pandangku, yang aku minta cuma boundaries yang menurutku wajar ketika dua orang sedang menjalani hubungan.

Someday you’ll probably understand why I kept talking about boundaries. Not because I wanted to control you, but because I wanted to protect what we had. Maybe we were simply too different to see it the same way. I hope that one day people will realize that having boundaries in a relationship isn’t insecurity or control It’s respect, trust and choosing to protect what you already have.

Hope u have a great day ya be? I love you